breaking news

WIRA JATIM BANGUN PABRIK TAPIOKA DENGAN DANA BANK SAUDARA

September 17th, 2016 | by rhizal
WIRA JATIM BANGUN PABRIK TAPIOKA DENGAN DANA BANK SAUDARA
Corporate
0

Surabaya,- (www.jx.co.id) Dalam waktu dekat, PT Wira Jatim Group salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provisi Jawa Timur, akan membangun Pabrik Tepung Tapioka di Desa Margosuko.

Dalam waktu dekat, PT Wira Jatim Group salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provisi Jawa Timur, akan membangun Pabrik Tepung Tapioka di Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Pabrik Tepung bernama PT Cassava Buana Wira Jatim itu, menempati lahan 10 hektar di pinggir jalan raya Bancar Tuba menuju Rembang, Jawa Tengah.

Pembiayaan PT. Cassava Buana Wira Jatim dari PT. Himpunan Bank Suadara 1906, Tbk melalui Kredit Investasi dan Modal Kerja. Konsep membangun tanpa dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), terus akan dilanjutkan PT Wira Jatim Group. Meski sebagai BUMD Propinsi Jawa Timur, bisa saja mengajukan Dana APBD. Namun PT. Wira Jatim Group ingin mengembangkan aset yang dimiliki dengan melibatkan pihak ketiga, seperti Perbankan.

Sebelumnya PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim yang berdiri sejak tahun 1920, dengan produk Karet Fender, Karet Hose, Roll Karet, Tekhnik Karet dan Lapisan Karet, terbukti telah melakukan itu dan berhasil. Pada tahun 2004 memperluas usahanya dengan memproduksi Conveyor Belt dengan lapisan Baja. Pabrik ini satu-satunya di Indonesia dan dapat menghemat devisa negara, selama ini kebutuhan Conveyor Belt harus impor.

Menurut Direktur PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim, Budi Harahap, perjalannya hingga menjadi seperti sekarang bukan tanpa kendala. Selama menggunakan dana Bank untuk pengembangan, tahun pertama hingga ketiga selalu rugi. Tahun pertama masih trial (uji coba), tahun kedua purchasing (pembelian) dan tahun ketiga baru bisa ikut tender. “Namun pada awal ikut tender masih rugi, karena pemain lama membanting harga. Saya yakin kondisi itui tidak berjalan lama, karena mereka tidak mau rugi terus menerus, kata Budi mengenang.

Memasuki tahun keempat, PT. KN mulai menampakan titik terang. Bahkan keuntungan selama 6 bulan bejalan sudah mencapai Rp. 35 Milyar, sementara kerugian selama 3 tahun mencapai Rp. 15 Milyar. “Jadi kerugian selama tiga tahun itu, bisa saya tutup dengan kerja keras selama 6 bulan berikutnya, Sehingga pada tahun berikutnya, kami merupakan perusahaan yang pertama menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemprov Jatim, ujar Budi Harahap bangga.

DARI PABRIK KARET KE PABRIK TEPUNG.

Berbekal pengalaman menggunakan dana Bank itulah, Presiden Direktur Wira Jatim Group, Arif Afandi kembali mempercayai Budi Harahap untuk merintis Pabrik Tepung Tapioka PT. Cassava Buana Wira Jatim. Pengembangan bidang agrobisnis ini, sebagai respon dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo terhadap investor swasta asing yang juga membangun Pabrik Chemical skala besar di Jawa Timur. “Kapasitas produksi Pabrik Tepung yang kitar bangun mencapai 37.500 ton tepung pertahun. Padahal kebutuhan PT. Cheil Jedang Pasuruan per tahun mencapai 850 ribu ton. Jadi masih banyak kekuarangnya, karena selama ini kebutuhan Tepung Tapioka itu impor dari Vietnam, Kamboja, Laos dan Thailand kata Arif Afandi.

Hingga saat ini PT. Cassava Buana Wira Jatim, sudah memiliki tanaman singkong seluar 2000 hektar. Lahan milik rakyat dan Perhutani itu tersebar di Kabuparten Gresik, Tuban, Bojonegoro dan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. “Meski demikian, kami masih membutuhkan pasokan singkong dari masyarakat. Setiap hari harus tersedian 500 ton singkong untuk digiling, jadi masih banyak kesempatan petani untuk ikut ambil bagian dalam usaha agrobisnis ini, tambah Mantan Wakil Walikota Surabaya ini.

BELANDONG JADI PETANI SINGKONG

Meski Pabrik Tepung belum beroperasi, namun respon dan harapan masyarakat cukup besar. Bahkan Desa Demit, Kecamatan Jotirogo, Kabupaten Tuban yang selama ini dikenal sebagai tempat Belandong atau pencuri Kayu Jati milik petani. Sekarang warganya bersemangat menanam singkong, karena hasilnya menjanjikan dan mereka cukup bersemangat. “Saya melihat sendiri semangat warga Demit ini, tanamannya juga lebih bagus. Mereka sangat intes dalam merawat tanaman, serta sangat mengena terhadap model pendekatan yang dilakukan tim Cassava di lapangan, ujar Arif bangga.

Sementara lahan yang di Gresik, melibatkan kalangan Pondok Pesantren untuk menanam Singkong. Anak-anak Kyai Pengasuh Pondok Pesantren, atau bisa dipanggil Gus, juga menjadikan kesempatan menanam singkong untuk membekali anak-anak pengangguran di desanya.“Bahkan pengasuh Pondok Pesantren di kasang Ujung Pangkah Gresik sampai terharu, karena anak-anak muda yang dulunya pengangguran dan sering judi. Saat mendapatkan hasil kerja dari menanam singkong, hasilnya langsung disumbangkan ke panitia Pembangunan Masjid, papar Arif.

Menurut Budi Harahap, sedikitnya 2000 tenaga kerja akan terserap jika Pabrik Tepung nanti beroperasi. Tenaga sebanyak itu, belum termasuk petani yang secara mandiri mengembangkan lahannya untuk ditanami singkong, kemudian disetorkan ke Cassava sebagai bahan baku. “Makanya proyek ini sangat strategis, selain membantu program Pemerintah dalam mengentas pengangguran. Juga sekaligus mengangkat derajat petani singkong, kalau menurut istilah Pak Arif (Arif Afandi- Red) akan merasakan Kejunya, tambah Budi.

Suatu saat, datang sekolompok anak muda dari Sidoarjo menemui Presedir Wira Jatim Group Arif Afandi. Mereka mengaku anak pengusaha tambak, serta perusahaan-perusahaan lokal lainnya di Surabaya dan Sidoarjo. “Saya juga terharu, karena mereka ingin menjadi pemasok singkong PT Cassava Buana Wira Jatim. Jadi mereka langsung merespon dengan menggerakan jaringannya untuk menanam singkong, saat membaca di media tentang rencana beroperasi Pabrik Tepung Tapioka ini, pungkas Arif.

BANK SAUDARA PERTAMA DANAI BUMN

Bagi Bank Saudara Perwakilan Jawa Timur, pengucuran Kredit Investasi sebesar Rp. 29 Milyar merupakan pertama dilakukan terhadap BUMD. Menurut Arinto Hartoyo, Pimpinan Wilayah PT. Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk, sudah melalui pertimbangan matang dari segala aspek. “Kredit ini sudah melaui proses berdasarkan ketetuan ananisa kredit dan resiko. Proyek ini pesibe dan dari aspek anggunan juga aman. Apalagi saham mayoritas BUMD ini adalah 100 persen Pemerintah Provinsi Jawa Timur, itu sudah menjadikan garanasi tersendiri bagi kami, kata Arinto yang akrab dipanggil Yoyok ini.

Bahkan ke depan Yoyok yakin akan ada multiplayer bisnis, dari poemberian krediti kepada BUMD ini. Bank yang sebelumnya konsen ke nasabah ritel dan pensiunan ini, sekarang sedang giat menjalin kerjasama dengan sektor riil. “Multipayer bisnis dari pemberian kredit ini, bisa saja nanti para petani yang menanam singkong mendapat krediti dari Bank Saudara. Caranya membentuk wadah dulu berupa Koperasi, kemudian mengajuan kredit yang diinginkan, tambah Yoyok di sela-sela penandatangan Krediti Investasi dan Modal Kerja di Kantor Wira Jatim Group, Jl. Ahmad Yani 99 Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *