breaking news

WARNA KELAM DAN NASIB NELAYAN PADA LUKISAN AZAM

August 30th, 2018 | by rhizal
WARNA KELAM DAN NASIB NELAYAN PADA LUKISAN AZAM
Indoor Events
0

Surabaya,- www.jx.co.id Banyak makna bisa ditafsirkan dari lukisan Azam Bachtiar yang menggambarkan 4 nelayan mendorong perahu. Lihat saja, perahu itu seakan tidak menyentuh air laut. Dia lebih tampak mengambang di udara. Mengapa seperti itu? Entahlah.

Juga tiga ikan yang besarnya seukuran manusia. Mengapa dibikin sebesar itu? Entahlah. Begitu pula posisi kepala ikan yang berada di bawah, seakan-akan terjun. Apakah Azam ingin memberi pesan bahwa hasil tangkapan ikan nelayan merosot drastis? Bisa jadi.

Yang jelas, Azam memberi warna kelam pada langit di atas aktivitas nelayan tersebut. Langit berwarna hitam yang mungkin memberi gambaran nasib nelayan. Kelam. Kontras dengan kekecerahan warna warni air laut di lukisan itu. Biru, putih, kuning, dan kehijauan.

Kedalaman makna tampaknya menjadi kekuatan karya pelukis asal Malang yang sempat mengenyam pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (sekarang ISI) Yogyakarta dan jurusan psikologi Wisnu Wardhana Kota Malang itu. Terlebih, perihal memaknai hidup, Azam juga telah 20 tahun mengurusi kematian (maklum profesi sebenarnya adalah Modin). Klop. Sehingga lukisan Azam meskipun sekilas mengabaikan bentuk, tetapi begitu dicermati, kilatan-kilatan cahaya dan komposisi warnanya mengundang orang untuk mempertanyakan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan.

Bahkan kini, melalui lukisan, Azam mendedahkan falsafah ‘cacing anil’ atau cacing yang bersiul. “Cacing anil merupakan falsafah hidup. Bahwa, setinggi apapun pencapaian hidup, derajat, kesuksesan, kekayaan, akan dihentikan oleh mati. Lalu cacing akan memakan jasad kita,” tutur pria asal Malang kelahiran 28 Februari 1961 itu.

Penasaran dengan lukisan yang kerap menyertakan bentuk lingkaran-lingkaran kecil di sekeliling objek, hasil kontemplasi Haji Azam Bachtiar , saksikan nanti dalam Indonesia Art Mart atau Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-11, pada tanggal 12 – 21 Oktober 2018, di JX International Surabaya.

Ribut Wijoto

Sumber: Facebook Pasal Seni Lukis Indoensia

jx-lukis-2-2 jx-lukis-2-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *