breaking news

TOTALITAS DALANG MEMPERTAHANKAN KESENIAN WAYANG

September 24th, 2018 | by rhizal
TOTALITAS DALANG MEMPERTAHANKAN KESENIAN WAYANG
Indoor Events
0

Surabaya,- www.jx.co.id Seorang dalang yang tua. Wajahnya penuh keriput, baju batik, dan blangkon biru: dia sedang asyik masyuk memainkan wayang. Sang dalang seakan tenggelam dalam dunianya, dunia wayang.

Lukisan Triyoso tentang pergelaran wayang itu mengumbar beragam kesan. Keriput-keriput di wajah dalang adalah tanda perihal kesetiaan terhadap dunia wayang. Sebuah dunia penuh kompleksitas. Sama halnya dengan kompleksitas dunia batin orang-orang Jawa.

Namun Triyoso memberikan warna biru cerah di pada blangkon sang dalang. Apakah mungkin, Triyoso melontarkan pesan bahwa, meski tua, sang dalang tetaplah kekinian (kontemporer)? Sama seperti wayang, yang walau telah berumur ribuan tahun, dia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sama seperti kehidupan pribadi Triyoso sendiri.

Dalam keseharian, meski hidup di kota metropolitan Surabaya, Triyoso penyuka seni tradisional Jawa. Mulai wayang, ludruk, jaranan; semuanya dia suka. Pelukis yang telah berulangkali ikut pameran ini mengaku bahwa bapak dan kakeknya juga penggemar seni tradisional Jawa. “Sudah turunan mungkin,” ujarnya singkat.

Kegemaran itulah yang lantas dituangkan Triyoso dalam lukisan. Tentu saja dituangkan melalui olah kreativitas. Triyoso memilih dekoratif. Pilihan itu bisa jadi dipakai dengan alasan lebih bisa mewadahi kebebasan menuangkan ide. Wujud manusia dan wayang disederhanakan Triyoso melalui distorsi.

Nah, penasaran dengan lukisan figuratif Triyoso Yusuf, saksikan nanti dalam Indonesia Art Mart atau Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-11, pada tanggal 12 – 21 Oktober 2018, di JX International Surabaya.

Ribut Wijoto

jx-wayang-1b jx-wayang-2

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *